Petugas Angkut Lapak Pedagang, Satpol PP Tertibkan PKL di Area Terlarang di Mabuun

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di area terlarang dilakukan jajaran Dinas Satpol PP Kabupaten Tabalong.

Satu lokasi yang menjadi sasaran adalah PKL yang berjualan di atas trotoar di kawasaan Kelurahan Mabuun, kecamatan Murungpudak.

Seperti, Rabu (2/1/2019), penertiban dilakukan Satpol PP di trotoar yang ada di seputaran Tanjung Bersinar Park dan Tanjung Expo Center.

Area ini memang kerap digunakan PKL, terutama pedagang buah untuk menggelar dagangannya hingga malam hari.

Dalam penertiban ini petugas pun mengangkut beberapa lapak yang masih berada di lokasi yang menjadi sasaran razia.

Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Tabalong, Syamsul Hadi, membenarkan pihaknya telah melakukan tindakan penertiban terhadap PKL yang berjualan di lokasi terlarang.

“Iya kita hari ini kita lakukan operasi di lapangan terhadap PKL yang berada di daerah terlarang, seperti di trotoar,” katanya.

Kegiatan penertiban PKL ini dilakukan pihaknya sudah dari beberapa hari lalu dengan beberapa lokasi sasaran.

Penertiban dilakukan karena sebelumnya jauh-jauh hari telah dilakukan tindakan pembinaan agar tidak berjualan di area yang di larang.

Namun karena masih saja berjualan maka dalam penertiban, imbuhnya, petugas langsung menyertai dengan tindakan mengangkut barang yang ditemukan

“Barangnya kita kumpulkan di kantor, kalau mau mengambil maka harus bikin surat pernyataan,” tegasnya.

Apabila sudah membuat surat pernyataan dan ternyata kembali kedapatan mengulangi maka tindakan tegas akan diberikan.

Dijelaskannya juga, sebagai tindak lanjut dari penertiban ini maka pihaknya akan meletakkan petugas untuk melakukan penjagaan.

Penjagaan dilakukan agar pedagang tidak berani lagi menggelar dagangan di daerah yang tidak diperbolehkan.

Pasalnya, dengan aktivitas PKL di atas trotoar bisa berdampak terganggunya masyarakat lain, baik pengguna jalan ataupun masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi.

Selain itu karena ulah pedagang yang menjadikan pohon sebagai penyangga tali, membuat ada pohon yang mati karena ikatan tali dari lapak pedagang. 

(Sumber : banjarmasinpost.co.id/dony usman)


Tulisan ini dipublikasikan di Kegiatan Satpol PP. Tandai permalink.